Jump directly to the content

Your Sun

TOP
Validitas Dan

Reliabilitas Tes

Validitas atau kesahihan tes dapat dibedakan menjadi 3 yaitu vaiditas isi, validitas konstruk, dan validitas criteria.

Validitas Dan Reliabilitas Tes

Kesahihan  isi dapat dilihat dari bahan yang diujikan, kesahihan konstruk dapat dilihat dari dimensi yang diukur, sedangkan kesahihan criteria dapat dilihat dari daya prediksinya. Kesahihan isi atau sering disebut kesahihan kurikuler dapat dilihat dari kisi-kisi tesnya, yaitu matriks yang menunjukkan bahan tes serta tingkat berpikir yang terlibat dalam mengerjakan tes. Pada sistem penilaian di sekolah ditekankan pada kasahihan isi ini, yaitu menunjukkan seberapa jauh materi ujian sesuai dengan kompetensi dasar yang hendak diukur. Kesahihan kontruk diperoleh dari hasil analisis faktor, yaitu jumlah factor yang diukur suatu tes. Bukti kesahihan kontruk diperoleh dari hasil penggunaan tes secara empiris. Pada dasarnya kontruk yang dukur adalah satu atau dengan kata lain dimensi alat ukur adalah satu. Apabila yang dinilai adalah kemampuan matematika, maka yang dinilai adalah kemampuan matematika saja, bukan atau tidak ada unsur tulisan atau bahasa yang dinilai. Kesahihan prediktif merupakan koefisien yang menunjukkan seberapa jauh skor tes dapat digunakan untuk memprediksi atau meramalkan keberhasilan peserta didik pada masa yang akan datang. Reliabitas atau keandalan suatu tes memberikan informasi tentang besarnya kesalahan pengukuran. Keandalan pengukuran dapat dikategorikan menjadi  tiga yaitu keandalan internal, stabilitas, dan antarpenilai. Besarnya indeks konsistensi internal diperoleh dari data hasil tes, karena untuk mencari indeks ini cukup dilakukan satu kali tes. Indeks stabilitas merupakan tingkat kestabilan hasil pengukuran yang dilakukan paling tidak dua kali untuk orang yang sama, dalam waktu yang berbeda , dengan asumsi bahwa tidak ada efek tes. Keandalan antarpenilai diperoleh dari besarnya korelasi hasil penyekoran dari dua orang terhadap lembar jawaban tes yang sama. Besarnya indeks reliabilitas ini adalah 0 sampai 1, dan yang dapat diterima minimum adalah 0,7. Semakin  reliabel suatu tes berarti kesalahan pengukurannya semakin kecil. Besarnya indeks reliabilitas digunakan untuk menghitung besarnya kesalahan pengukuran. Kesalahan pengukuran ada dua: secara acak, dan sistematik. Kesalahan acak berarti kesalahan karena kondisi yang diukur dan yang mengukur bervariasi dan pemilihan bahan yang diujikan tidak tepat. Sedangkan kesalahan yang sistematik karena alat ukurnya atau cara penyekorannya yang cenderung murah atau mahal untuk semua peserta didik.

 

Artikel Umum Lainnya