Jump directly to the content

Your Sun

TOP
Perkembangan Istilah

Pusat Sumber Belajar

Istilah “sumber belajar” merupakan istilah yang relatif baru.

Perkembangan Istilah Pusat Sumber Belajar

Di Amerika Serikat, istilah “learning resources” ini baru mulai diperkenalkan pada tahun 1970 oleh the Commission on Instructional Technology (suatu komisi khusus yang dibentuk oleh pemerintah dibawah Presiden Richard Nixon dan bertugas mengaji segala aspek yang berkaitan dengan teknologi instruksional). Istilah itu menunjukkan adanya dua macam sumber untuk belajar, yaitu sumber insani dan non-insani. Istilah sebelumnya yang dipakai untuk menunjukkan ke dua sumber itu adalah “audioviual communication desain”, yang diciptakan oleh komisi istilah dari DAVI (Department of Audio Visual Instruction dari the National Education Association) pada tahun 1963. Komisi Teknologi Instruksional itupun sebenarnya mendasarkan presepsinya pada gejala nyat yang dialami oleh orang kebanyakan mengenai teknologi instruksional. Gejala itu adalah media yang lahir sebagai akibat revolusi komunikasi. Sehingga meskipun komisi menyebutkan adanya sumber insani, sumber ini adalah mereka yang memungkinkan tersajinya program radio, film dan televisi kepada khalayak. Sedang sumber non-insani adalah alat dan cara untuk menyajikan program tersebut Dengan menggunakan metafor dari ilmu komunikasi macam sumber belajar itu kemudian dikembangkan sebagai berikut : 1.        Informasi apa yang disampaikan?    …………    Pesan 2.        Siapa yang menyampaikan?    …………    Orang 3.        Apa yang digunakan untuk menyimpan dan menyampaikan informasi?    …………    Bahan 4.        Bagaimana cara menyampaikan?    …………    Alat 5.        Di mana disampaikan?    …………    Teknik Tidak semua sumber belajar sengaja dikembangkan untuk keperluan belajar, namun tidak berarti bahwa sumber itu tidak dapat dimanfaatkan untuk keperluan belajar. Sebagian lagi memang khusus dirancang untuk keperluan belajar dan membelajarkan. Dengan demikian ada dua kategori sumber belajar yaitu yang dimanfaatkan dan yang dirancang. Dalam latar pendidikan tinggi, semua sumber itu seyogyanya sengaja dipilih dan dikembangkan untuk menunjang kegiatan akademik. Kegiatan itu meliputi kegiatan belajar dan pengembangan kreativitas mahasiswa, serta kegiatan belajar dan pengembangan instruksional bagi para dosen. Mengingat bahwa tiap perguruan tinggi mempunyai kondisi yang berbeda-beda, maka produk pengembangan instruksionalnya pun berbeda-beda dan berfungsi saling melengkapi. Oleh karena itu maka perlu dipertimbangkan kegiatan pertukaran atau pemanfaatan bersama sumber-sumber yang dikembangkan. Hal ini akan meningkatkan aspek ekonomis usaha pengembangan. Istilah yang berbeda tentunya menunjukkan rujukan yang berbeda pula. Sekarang tergantung kepada kita apa rujukan yang terkandung dalam gagasan “pusat sumber belajar”. Bila dalam gagasan itu tidak termasuk kegiatan pembinaan profesi, memang mungkin istilah atau nama yang lebih tepat dipakai adalah “pusat sumberdaya informasi” atau “pusat teknologi komunikasi pendidikan”. Namun kalau seluruh rujukan seperti dibahas dalam bagian pembinaan profesi dan prasarana penunjang diterima, maka nama atau istilah yang lebih tepat adalah “pusat sumber belajar”.

 

Artikel Sumber Belajar Lainnya