Jump directly to the content

Your Sun

TOP
Pengertian

Filsafat Ilmu

Oleh : Dr.Made Pramono, M.Hum. Dosen Filsafat Unesa

Filsafat ilmu merupakan bagian atau cabang dari filsafat yang lahir di abad ke-18

.

Pengertian Filsafat Ilmu

Cabang filsafat ini merupakan bidang pengetahuan campuran yang eksistensi dan pemekarannya bergantung pada hubungan timbal balik dan saling pengaruh antara filsafat dan ilmu. Beberapa istilah asing untuk menyebut bidang pengetahuan ini ialah:

  1. wissenschaftlehre (filsafat ilmu)
  2. philosophy of science (filsafat ilmu)
  3. metascience (adi ilmu)
  4. methodology (metodologi)
  5. science of science (ilmu tentang ilmu)
  6. scientia scientiarum (ilmu tentang ilmu)

Empat titik pandang ini pada akhirnya mengarahkan pendefinisian tentang filsafat ilmu secara komprehensif. Namun perlu diingat bahwa hampir setiap peristilahan kefilsafatan, tidak memiliki definisi yang bulat, masing-masing istilah memiliki definisi sebanyak argumentasi si pencerapnya. Misalnya istilah “manusia”. Kaum monisme akan melihatnya sebagai satu substansi, sebaliknya kaum dualisme menganggapnya bersubstansi ganda, mungkin bersubstansi tubuh dan jiwa, spiritual dan material. Masing-masing definisi disepakati sebagai benar bila memenuhi syarat-syarat argumentatif yang prosedural-ilmiah. Pemerian berbagai definisi, seperti yang disajikan di berbagai bagian buku ini, diperlukan setidaknya sebagai bahan perbandingan dan sekaligus membuka wawasan tentang pokok soal dan tema-tema yang relevan dari istilah tersebut. Berikut ini beberapa definisi filsafat ilmu yang diringkas dari The Liang Gie (2000: 57-61).

  1. Filsafat ilmu mempertanyakan dan menilai metode-metode pemikiran ilmiah serta mencoba menetapkan nilai dan pentingnya usaha ilmiah sebagai suatu keseluruhan (Lewis White Beck).
  2. Filsafat ilmu merupakan cabang filsafati yang merupakan telaah sistematis mengenai sifat dasar ilmu, khususnya metode-metodenya, konsep-konsepnya, dan praanggapan-praanggapannya serta letaknya dalam kerangka umum dari cabang-cabang pengetahuan intelektual (A. Cornelius Benjamin).
  3. Penelaahan tentang logika intern dari teori-teori ilmiah, dan hubungan-hubungan antara percobaan dan teori, yakni tentang metode ilmiah (Michael V. Berry).
  4. Analisis yang netral secara etis dan filsafati, pelukisan, dan penjelasan mengenai landasan-landasan ilmu (May Brodbeck).
  5. Filsafat ilmu merupakan suatu bagian filsafat, yang mencoba berbuat bagi ilmu apa yang dilakukan filsafat pada seluruh pengalaman manusia. Di satu pihak, ini membangun teori-teori tentang manusia dan alam semesta, dan menyajikannya sebagai landasan-landasan bagi keyakinan dan tindakan; di pihak lain filsafat memeriksa secara kritis segala hal yang dapat disajikan sebagai suatu landasan bagi keyakinan dan tindakan, termasuk teorinya sendiri, dengan harapan terhapusnya ketakajegan dan kesalahan (Peter Caws).
  6. Filsafat ilmu biasanya diterapkan pada cabang logika yang membahas dalam suatu cara yang dikhususkan metode-metode dari ilmu-ilmu yang berlainan (Alfred Cyril Ewing).
  7. Terutama studi tentang bagaimana ilmu bekerja atau seharusnya bekerja. Studi ini sering disebut metodologi, suatu hal yang sifatnya relatif, misalnya metodologi sejarah (A. R. Lacey).
  8. Terutama terkait dengan pemeriksaan kritis terhadap pandangan-pandangan umum, prasangka-prasangka alamiah yang terkandung dalam asumsi-asumsi ilmu atau yang berasal dari keasyikan dengan ilmu, tetapi yang bukan sendirinya merupakan hasil-hasil penyelidikan dengan metode-metode ilmiah (John Macmurray).
  9. Ilmu pada garis besarnya bersangkutan dengan apa yang dapat dianggap sebagai fakta tentang dunia yang kita diami. Filsafat ilmu di pihak lain dalam garis besarnya bersangkutan dengan sifat dasar fakta ilmiah ??“ atau dengan kata lain, bersangkutan dengan fakta-fakta mengenai fakta-fakta tentang dunia (D. W. Theobald).
  10. Sebagai suatu cabang ilmu, filsafat ilmu mencoba pertama-tama menjelaskan unsur-unsur yang terlibat dalam proses penyelidikan ilmiah prosedur-prosedur pengamatan, pola-pola perbincangan, metode-metode penggantian dan penghitungan, praanggapan-praanggapan metafisis, dan seterusnya, dan kemudian menilai landasan-landasan kesahihan dari sudut logika formal, metodologi praktis, dan metafisika (Stephen R. Toulmin).
  11. Filsafat ilmu adalah segenap pemikiran reflektif terhadap persoalan-persoalan mengenai segala hal yang menyangkut landasan ilmu maupun hubungan ilmu dengan segala segi kehidupan manusia (The Liang Gie).
  12. Berbagai definisi tersebut di atas bukan terutama untuk dihafalkan dan semata-mata sebagai kamus ensiklopedis, melainkan memiliki nilai strategis dalam menunjukkan bahwa pemikiran reflektif terhadap persoalan­-persoalan­ mengenai ilmu pada akhirnya penting dan bermanfaat bagi lahir, tumbuh, dan kokohnya ilmu. Filsafat ilmu antara lain dapat mensistematisasikan, meletakkan dasar, dan memberi arah kepada perkembangan sesuatu ilmu maupun usaha penelitian dari para ilmuwan untuk mengembangkan ilmu. Dengan mempelajari filsafat ilmu, proses pendidikan, pengajaran, dan penelitian dalam suatu bidang ilmu menjadi lebih mantap dan tidak kehilangan arah (The Liang Gie, 2000: 64).

 

Artikel Filsafat Ilmu Lainnya