Jump directly to the content

Your Sun

TOP
Komponen-komponen dalam

Membuka Pembelajaran

Sesuai dengan pengertian dan tujuan keterampilan membuka pembelajaran yaitu sebagai pra-pembelajaran yang bertujuan antara lain untuk menciptakan kondisi siap mental, memusatkan perhatian dan membangkitkan motivasi belajar siswa,maka untuk mensiasatinya dapat dilakukan melalui alternatif kegiatan sebagai berikut:

Menarik perhatian siswa

Perhatian dalam pembelajaran adalah kesanggupan untuk memusatkan seluruh aktivitas siswa agar tertuju kepada kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan.

Komponen-komponen dalam Membuka Pembelajaran

Upaya untuk mengkondisikan perhatian siswa agar tertuju kepada pembelajaran, antara lain dapat dilakukan dengan cara:

  1. Gaya mengajar guru, misalnya memvariasikan suara, posisi guru, gerak tubuh dan penampilan lain yang sesuai dengan tuntutan sebagai pendidik.
  2. Menggunakan multi metoda, media dan sumber pembelajaran, yaitu penggunaan metoda, media dan sumber pembelajaran secara bervariasi yang sesuai dengan tujuan atau kompetensi, karaktersitik siswa, kelengkapan saran dan fasilitas (visual, audio, atau gabungan audio-visual)
  3. Pola interaksi pembelajaran yang bervariasi Pembelajaran adalah suatu proses komunikasi, komunikasi pembelajaran yang dikembangkan secara interaktif akan menarik perhatian siswa, sehingga tidak akan menimbulkan kejenuhan. Pariasi komunikasi pembelajaran, misalnya kapan saat yang tepat untuk klasikal, individu, kelompok.
  4. Tempat belajar, misalnya selain belajar di dalam kelas, maka untuk menarik perhatian siswa, guru dapat merancang kapan pembelajaran dilakukan di luar kelas, laboratorium, perpustakaan atau ditempat belajar lainnya yang memungkinkan pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan efisien.

Menumbuhkan motivasi belajar siswa

Motivasi adalah suatu kekuatan (energi) yang mendorong seseorang untuk berkativitas. Motivasi sangat penting dimiliki, dipelihara serta ditingkatkan pada setiap siswa. Guru harus berusaha membangkitkan motivasi belajar siswa, sehingga siswa dapat berbuat, bekerja dan melakukan aktivitas belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan, antara lain dengan cara:

  1. Kehangatan dan antusias
    Sikap bersahabat dan mendidik yang ditunjukkan guru terhadap siswa, akan mendorong semangat (motivasi) belajar siswa. Kehangatan dan antusias, rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap profesi yang direfleksikan dalam setiap btindakan pembelajaran, akan berdampak positif untuk membangkitkan semangat belajar siswa.
  2. Menimbulkan rasa ingin tahu
    Rasa penasaran yang menghinggapi seseorang, biasanya akan mendorong orang itu untuk melakukan aktivitas. Seorang siswa yang memiliki rasa ingin tahu cara kerja jantung pada tubuh manusia, maka ia akan mencari sumber-sumber pembelajaran yang dapat memenuhi keingintahuannya itu. Oleh karena itu untuk membangkitkan motivasi siwa, hendaknya guru banyak memberikan stimulus (ransangan) pembelajaran yang dapat memancing rasa ingin tahu siswa.
  3. Membuat ide yang bertentangan.
    Siswa akan terdorong untuk mengemukakan pertanyaan atau pendapatnya terhadap sesuatu ide atau topik yang mengandung unsur bertentangan “pro dan kontra”, apalagi terkait dengan kehidupan nyata sehari-hari. Selama untuk kepentingan pembelajaran, guru harus kreatif memunculkan permasalahan yang dikemas dalam suatu ide atau topik yang mengandung unsur “pro dan kontra” sehingga menggugah semangat belajar siswa.
  4. Perbedaan individual
    Setiap siswa memiliki karakteristik, minat yang berbeda antara yang satu dengan siswa lainnya. Motivasi siswa akan muncul apabila pembelajaran yang akan diikutinya sesuai dengan minat dan kebutuhannya. Minat siswa selain dipengaruhi oleh faktor lingkungan dimana ia hidup, juga oleh cita- citanya. Oleh karena itu untuk membangkitkan motivasi belajar siswa, guru hendaknya memperhatikan individu siswa dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Membuat acuan

Acuan dalam pembelajaran adalah gambaran singkat atau deskripsi yang mengiformasikan ruang lingkup materi dan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan. Dalam membuka pembelajaran, memberikan acuan sangat penting, karena dengan acuan yang disampaikan guru, siswa sejak awal telah memiliki gambaran singkat mengenai apa yang akan dipelajari, aktivitas apa yang harus dilakukan untuk mempelajarinya.

Untuk memberikan acuan pada kegiatan membuka pembelajaran dapat dilakukan antara lain dengan cara: a) mengemukakan tujuan atau kompetensi yang harus dicapai siswa, b) menginformasikan tahap-tahap kegiatan yang harus dilalui siswa dalam pembelajaran untuk mencapai tujuan tersebut, c) mengajukan pertanyaan-pertanyaan terkait dengan materi yang akan dipelajari, d) mengingatkan siswa terhadap pokok-pokok atau substansi materi yang akan dipelajari.

Membuat kaitan

Kompetensi adalah kemampuan dalam pengetahuan, sikap/nilai, keterampilan dan kebiasaan yang direfleksikan dalam kegiatan berpikir dan bertindak. Oleh karena membuat kaitan pada saat memulai pembelajaran tidak hanya mengaitkan antara tujuan atau materi yang akan dipelajarinya dengan materi-materi sebelumnya yang telah dikuasai siswa. Akan tetapi keterkaitan dengan tugas-tugas atau permasalahan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian materi yang akan dipelajari siswa memiliki nilai fungsional, yaitu bermanfaat dan terkait dengan kehidupan yang dihadapi.

Dari dua substansi pokok yang ingin dicapai dari kegiatan membuka pembelajaran, yaitu menciptakan pra-pembelajaran untuk mempersiapkan kondisi siap mental, memusatkan perhatian dan membangkitkan motivasi, Wina Sanjaya mengemukakan beberapa strategi yang dapat dilakukan oleh guru, yaitu:

  1. Menarik perhatian siswa dilakukan dengan cara: a) meyakinkan siswa bahwa bahwa materi atau pengalaman belajar yang akan dilakukan berguna untuk dirinya, b) melakukan hal-hal yang dianggap baru, misalnya dengan menggunakan alat bantu dan media pembelajaran, c) melakukan interaksi yang menyenangkan.
  2. Menumbuhkan motivasi belajar, dapat dilakukan dengan cara:
    • membangun suasana akrab sehingga siswa merasa dekat,
    • menimbulkan rasa ingin tahu, sehingga siswa terdorong untuk belajar,
    • mengaitkan materi atau pengalaman belajar yang akan dilakukan dengan kebutuhan siswa.
  3. Memberikan acuan atau rambu-rambu, dapat dilakukan dengan cara: a) mengemukakan tujuan yang ingin dicapai berikut tugas-tugas yang harus dikerjakan siswa, b) menjelaskan langkah-langkah atau tahapan pembelajaran sehingga siswa memahami apa yang harus dikerjakan, c) menjelaskan target atau kemampuan yang harus dimiliki.


 

Artikel Pembelajaran Lainnya