Jump directly to the content

Your Sun

TOP
HAKIKAT

MEMBUKA PEMBELAJARAN

Membuka pembelajaran (set induction), adalah kegiatan yang dilakukan untuk memulai pembelajaran.

HAKIKAT MEMBUKA PEMBELAJARAN

Seperti kita sering saksikan dalam kegiatan sehari-hari, misalnya kita sering mendengar ada acara pembukaan, yaitu kegiatan mengawali sebelum memasuki kegiatan pokok. Demikian halnya dalam pembelajaran, kegiatan pembukaan adalah kegiatan mengawali sebelum kegiatan inti pembelajaran.

Pembukaan dalam berbagai kegiatan dianggap cukup penting mengingat sangat mempengaruhi dan menentukan kelancaran pada kegiatan berikutnya. Pembukaan yang baik akan mampu mengantarkan atau mengkondisikan kegiatan tahap berikutnya dengan lebih lancar dan berkualitas. Sebaliknya bila pada saat pembukaan tidak mampu memberikan gambaran yang jelas, maka akan mengalami kesulitan dan mendapatkan kendala pada tahap kegiatan berikutnya.

Pembukaan pembelajaran yang baik, tidak cukup hanya dengan mengecek kehadiran siswa, lalu menyampaikan informasi mata pelajaran yang akan dipelajari saja. Akan tetapi melalui pembukaan sudah masuk pada pra-kondisi pembelajaran, yaitu untuk memberikan gambaran umum tujuan yang harsu dicapai, materi yang akan dipelahari, maupun proses pembelajaran yang akan dilakukan. Dengan demikian sejak memulai pembelajaran (pembukaan), siswa sudah punya gambaran deskriptif mengenai proses dan hasil yang akan dicapai.

Seperti sudah disinggung di atas, bahwa kegiatan membuka pembelajaran pada dasarnya adalah upaya atau usaha dan aktivitas yang dilakukan oleh guru untuk memulai pembelajaran. Menurut Soli Abimanyu membuka pembelajaran adalah “kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk menciptakan suasana siap mental dan menimbulkan perhatian siswa agar terpusat pada hal-hal yang akan dipelajari” (1984).

Membuka pembelajaran (set induction), adalah aktivitas yang dilakukan guru untuk menciptakan kondisi siap mental, menumbuhkan perhatian serta meningkatkan motivasi siswa agar terpusat kepada kegiatan belajar yang akan dilakukan. Kegiatan membuka pembelajaran bukanlah kegiatan basa-basi tanpa arah yang jelas. Dengan membuka pembelajaran dimaksudkan untuk mengkondisikan siap mental bagi siswa untuk mengikuti pembelajaran. Oleh karena itu setiap guru dituntut melatih diri agar memiliki keterampilan membuka pembelajaran dengan baik dan tepat.

Jika siswa sejak awal sudah memiliki kesiapan untuk belajar, maka tidak terlalu sulit bagi guru untuk mengaktipkan siswa dalam langkah pembelajaran selanjutnya (kegiatan inti pembelajaran). Dengan demikian kesiapan mental yang tercipta sejak awal pembelajaran bisa menjadi pra-syarat untuk mengikuti kegiatan pembelajaran pada tahap berikutnya. Oleh karena itu guru perlu mensiasati kegiatan membuka pembelajaran secara dinamis dan bermakna, sehingga dapat memusatkan perhatian dan menumbuhkan motivasi siswa untuk belajar.

Dari pengertian yang dikemukakan oleh Soli Abimanyu, ada dua hal penting yang perlu dicermati sasaran dari kegiatan membuka pembelajaran, yaitu:

  • Menciptakan suasana siap mental; yaitu kondisi psikologis siswa agar sejak awal pembelajaran sudah terbangun kondisi psikologis yang siap untuk belajar. Memiliki keyakinan yang kuat bahwa pada prinsipnya siswa akan bisa untuk mengikuti pembelajaran. Penciptaan kondisi seperti itu penting, karena proses aktivitas berikutnya sangat ditentukan oleh kondisi psikologis awal siswa. Sebaliknya jika sejak awal pembelajaran, siswa sudah mempunyai sikap yang negatif terhadap pembelajaran yang akan dijalaninya, maka akan melemahkan dirinya sendiri terhadap proses pembelajaran yang akan diikutinya, akhirnya hasil pembelajaran yang diperoleh akan jauh dari memuaskan.
  • Menimbulkan perhatian siswa; yaitu proses untuk mencurahkan segala perhatian dan pikiran siswa pada pembelajaran yang akan dilakukan. Perhatian biasanya memiliki hubungan erat dan saling mempengaruhi dengan motivasi belajar. Misalnya jika sejak awal siswa sudah menaruh perhatian yang cukup baik terhadap materi olah raga yang akan dipelajarinya, maka biasanya akan timbul keinginan yang kuat (motivasi) untuk berlatih dan mempelajarinya dengan baik.

Dua aspek penting yang menjadi sasaran dari kegiatan membuka pembelajaran yang telah dikemukakan di atas, yaitu: menciptakan suasana siap mental, dan b) memusatkan perhatian siswa. Sejalan dengan pengertian tersebut di atas, Wina Sanjaya mengemukakan bahwa membuka pembelajaran (set induction) adalah “usaha yang dilakukan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran untuk menciptakan pra kondisi bagi siswa agar mental maupun perhatian terpusat pada pengalaman belajar yang akan disajikan sehingga akan mudah mencapai kompetensi yang diharapkan” (2006).

Pengertian membuka pembelajaran yang dikemukakan di atas unsur-unsurnya hampir sama dengan yang telah disampaikan sebelumnya, yaitu:

  • Menciptakan pra-kondisi belajar dengan terlebih dahulu mempersiapkan mental siswa (kondisi psikologis) agar tercurah pada pembelajaran yang akan dilaksanakan
  • Menumbuhkan perhatian; yaitu proses memusatkan perhatian, pikiran, emosi, bahkan sosial untuk terlibat secara aktif pada pembelajaran yang akan dilakukan.
  • Mempermudah pencapaian kompetensi; hal ini tentu sebagai dampak dari dua hal yang telah dilaksanakan sebelumnya, yaitu kesiapan mental, perhatian dan motivasi sudah terpelihara, maka proses pembelajaran akan berjalan dengan baik, sehingga tujuan atau kompetensi akan dicapai dengan baik pula.

Secara teknis kegiatan membuka pembelajaran tidak hanya dilakukan pada awal dari satu unit kegiatan pembelajaran saja. Hal ini perlu dipahami, bahwa walaupun pembukaan pembelajaran diartikan sebagai suatu aktivitas atau usaha yang dilakukan guru untuk memuluai pembelajaran, dalam penerapannya tidak hanya dilakukan satu kali ketika mengawali pembelajaran saja. Akan tetapi membuka pembelajaran dapat dilakukan pada setiap penggal indikator atau kegiatan inti selama pembelajaran berlangsung.

Misalnya, jika dalam satu kegiatan pembelajaran ada tiga tujuan atau indikator pembelajaran (kompetensi) yang harus dicapai siswa, maka tentu saja ada tiga penggal materi pembelajaran. Pada awal pembelajaran guru membuka pembelajaran, kemudian kegiatan inti membahas materi untuk indikator pertama. Setelah selesai mempelajari satu penggal materi dari satu indikator pertama dan menyimpulkannya, kemudian untuk memasuki pada penggalan materi (indikator) berikutnya, guru memulai dengan membuka lagi pembelajaran, yaitu mengajak siswa untuk memusatkan kembali perhatian dan membangkitkan motivasinya untuk mempelajari penggal materi kedua dan begitu seterusnya. Dengan demikian secara teknis kegiatan membuka pembelajaran dapat dilakukan beberapa kali selama proses pembelajaran berlangsung. Tentu saja teknik dan strateginya antara kegiatan membuka yang pertama berbeda dengan yang kedua, berbeda pula dengan yang ketiga, dan begitu seterusnya.

 

Artikel Pembelajaran Lainnya