Jump directly to the content

Your Sun

TOP
Hakikat

Keterampilan Menjelaskan

Pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung kadang-kadang secara spontan ada siswa mengacungkan tangan dan berkata “Pak atau Bu Guru, maap saya belum mengerti tentang apa yang dijelaskan oleh Bapa/Ibu tadi, maaf pak/bu dapat menjelaskan lagi kepada kami”.

Hakikat Keterampilan Menjelaskan

Dari ilustrasi tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa bahwa materi yang dijelaskan belum sepenuhnya dipahami atau dimengerti oleh siswa. Kalaupun sudah menerima penjelasan, mungkin masih samar-samar diterima oleh siswa, sehingga menuntut guru untuk mengulangi menjelaskannya. Dengan demikian secara sederhana dapat dikatakan bahwa keterampilan menjelaskan adalah upaya untuk memperjelas atau membuat sesuatu menjadi lebih jelas.

Secara etimologis kata “menjelaskan” bermakna membuat sesuatu menjadi jelas. Menurut Raflis Kosasi (1985) menjelaskan berarti mengorganisasikan isi pelajaran dalam urutan yang terencana sehingga dengan mudah dapat dipahami oleh siswa. Lebih lanjut ia mengatakan penjelasan adalah penyajian informasi lisan yang diorganisasikan secara sistematik yang bertujuan untuk menunjukkan hubungan, sebab akibat, atau antara yang diketahui dengan yang belum diketahui.

Melalui pemaparan pengertian “menjelaskan” baik dilihat dari segi etimologis maupun secara istilah yang dikemukakan di atas, kita dapat menangkap inti pesan dari menjelaskan yaitu “membuat sesuatu menjadi jelas” dengan cara:

  1. Mengorganisasikan isi pelajaran; faktor kesulitan komunikasi pembelajaran antara lain ditimbulkan dari isi atau bahan pembelajaran itu sendiri. Dengan demikian untuk memudahkan siswa memahami dengan jelas materi atau bahan yang akan disampaikan terlebih dahulu harus diorganisasikan oleh guru, baik dari sisi ruang lingkup dan urutannya, dari yang sederhana menuju yang komplek, dari yang mudah menuju yang sulit, dan lain sebagainya.
  2. Menunjukkan hubungan; kesulitan untuk memahami materi pembelajaran karena kadang-kadang sisiwa dipaksa harus hapal konsep yang diberikan, tanpa memahami apa hubungan konsep dengan konsep lain maupun dengan kehidupan yang nyata. Oleh karena itu untuk membantu kejelasan bagi siswa, mengadakan kaitan antara konsep/teori yang dipelajari dengan realitas akan sangat membantu.
  3. Sebab-akibat; kehidupan tidak selalu berjalan lurus (linear), ada saatnya sesuatu yang seharusnya didapatkan, kenyataan ternyata tidak diperoleh. Jika ditilik lebih teliti, ternyata tidak terlepas dari adanya sebab-akibat. Kegagalan terhadap sesuatu yang direncanakan, pasti ada faktor yang menjadi penyebab, apakah dari internal atau dari eksternal. Untuk memahami lebih jelas alasdan-alasan ketidak berhasilan tersebut, maka dengan menganalisis antara sebab dan akibat, akan memberikan pencerahan dan segalanya menjadi lebih jelas.
  4. Antara yang diketahui dengan yang belum diketahui; untuk memperoleh kejelasan terhadap sesuatu yang dibahas, kadang-kadang perlu membandingkan, atau menginformasikan apa yang sudah diketahui dengan apa yang belum diketahui. Melalui pemisahan dengan tegas antara yang sudah diketahui dengan yang belum, akan memberikan kemudahan untuk mengidentifikasi terhadap sesuatu yang masih dianggap kurang jelas, sehingga akan berubah menjadi jelas.

Dalam proses pembelajaran untuk mengetahui apakah materi yang dijelaskan telah dipahami oleh siswa, atau membuat “menjadi jelas” bagi siswa. Ukurannya tidak cukup hanya dengan kemampuan siswa mengungkapkan kembali secara lisan konsep-konsep atau teori saja yang sudah dikuasainya. Perlu indikator lain di antaranya sejauhmana siswa itu mampu menghubungkan antara teori yang baru diketahui dengan yang sudah diketahui, memecahkan masalah dengan mengkaji sebab-akibat, menghubungkan antara teori dan praktek, atau dalil-dalil dengan contoh pemecahannya.





 

Artikel Pembelajaran Lainnya