Jump directly to the content

Your Sun

TOP
Evolusi

Ilmu

Oleh : Dr.Made Pramono, M.Hum. Dosen Filsafat Unesa

Istilah “evolusi” dan “revolusi” keduanya sama-sama menunjuk pada suatu perubahan atau perkembangan

.

Evolusi Ilmu

Perbedaannya, revolusi menunjuk pada perubahan yang lebih dinamis, drastis, dan lebih cepat. Namun keduanya ditandai oleh introduksi perangkat konsep baru yang sebelumnya tidak ada, yang tidak selalu merupakan hasil yang tumbuh dari krisis atau konflik. Pengkajian ide, teori, sistem, atau paradigma baru sebagai titik tolak, dengan penjajagan terhadap cara penjajagannya serta diseminasinya, menggambarkan fase-fase yang kemudian diterima masyarakat ilmiah. Ini melahirkan perubahan signifikan untuk disebut evolusi ataupun revolusi yang melahirkan transformasi fundamental (Conny, dkk, 1998: 74).

Dengan diketemukannya daerah baru penjajagan ilmu, serta alat dan fenomena baru, akibatnya ilmu berkembang pesat ke segala jurusan yang mungkin sehingga melahirkan cabang-cabang baru yang selanjutnya dapat menjadi disiplin baru. Evolusi ilmu dapat berlangsung menurut percepatan dan kecepatan yang berbeda, di mana kecepatan dapat berubah dari masa ke masa, yang terjadi karena kebutuhan atau rangsangan. Sedangkan revolusi dalam ilmu adalah merupakan evolusi paradigma, yaitu mempengaruhi pola pikir dalam berbagai disiplin dan sub-disiplin (T. Jacob, 1992: 15). Pada gilirannya, semakin maju suatu disiplin ilmu maka semakin besar pula kecenderungannya untuk membentuk sub-disiplin baru, sehingga pemisahan dan spesialisasi tak terhindarkan lagi.

Menurut T. Jacob (1992: 14), manusia tidak lagi memiliki pengetahuan yang utuh, melainkan terpotong-potong. Ilmu selain diperluas juga diperdalam oleh para ilmuwannya, dengan demikian timbul subdisiplin yang pada akhirnya menjadi disiplin baru ilmu. Sejajar dengan itu dalam profesi ilmiah terjadi subspesialisasi yang makin memperdalam ilmu ke arah mikro, sehingga orang semakin mengetahui lebih banyak tentang yang semakin sempit, dan ilmuwannyapun menjadi pakar. Pemisahan dan spesialisai ilmu tidak dapat dihindarkan sesuai dengan hakikat dan logika ilmu itu sendiri.

Dinamika spesialisasi dan evolusi keilmuan diiringi (dan diinspirasi) dengan meningkatnya rangsangan keingintahuan ilmuwan dan kebutuhan-kebutuhan masyarakat dalam banyak hal. Kecenderungan pergeseran nilai-nilai di masyarakatpun juga lebih terbuka. Tidak mengherankan apabila ada tanda-tanda bahwa semakin “beradab” perkembangan pemikiran dan kebudayaan suatu masyarakat, semakin toleran masyarakat tersebut terhadap berbagai hal, khususnya dalam hal ini munculnya moralitas baru yang bisa saja dianggap “tabu” bagi masyarakat yang “keberadabannya” tertinggal sekian abad. Jalan-jalan di pantai dengan bikini dan ditampilkan di televisi yang ditonton jutaan orang merupakan pengaminan moralitas baru masa kini yang ditabukan manusia “beradab” di masa kakek buyut kita.


 

Artikel Filsafat Ilmu Lainnya