Jump directly to the content

Your Sun

TOP
Berbagai Strategi Untuk

Pembelajaran Dengan Sumber Belajar

Terdapat berbagai macam strategi yang dapat dipergunakan dalam pembelajaran.

Berbagai Strategi Untuk Pembelajaran Dengan Sumber Belajar

Pada makalah ini hanya akan dikemukakan tiga jenis strategi pembelajaran, masing-masing sesuai untuk mencapai tujuan-tujuan pembelajaran tertentu pada pembelajaran dengan karakteristik tertentu.

  1. Strategi untuk pembelajaran yang bersifat teoritik dan sumber belajar dipergunakan oleh guru untuk membantu proses mengajarnya. Jika materi yang akan disajikan bersifat teoritik dan sumber belajar yang digunakan (kebanyakan bersifat by design) terutama untuk membantu guru dalam proses mengajarnya, strategi yang dikembangkan oleh Ivor K. Devies ini dapat dipertimbangkan untuk digunakan. Strategi ini terdiri atas tiga tahap pengajaran masing-masing tahap meliputi sejumlah tertentu peristiwa (event) pembelajaran.
    1. Tahap pendahuluan (introduction) Tahapan ini umumnya terdiri atas beberapa peristiwa pembelajaran:
      • Pembukaan pelajaran
      • Pemberitahuan tujuan pembelajaran
      • Upaya menarik perhatian siswa ke arah materi baru yang akan disajikan dengan cara memberikan bahan pengait.
      Sumber belajar yang bisa digunakan pada tahapan ini antara lain ialah: media cetak, medis grafis, media audio, media audio-visual, pengamatan di lingkungan dan berbagai media tiga dimensi.
    2. Tahap pengembangan (development) Pada tahap ini materi baru disajikan. Disarankan oleh Davis agar materi baru tersebut dibagi dalam beberapa unit. Pada akhir setiap unit atau bagian materi, diadakan tanya jawab (review) untuk mengetahui tingkat penguasaan siswa atas materi yang baru disajikan. Dengan demikian kesalah-pahaman atau kekurang-jelasan materi dapat segera diatasi. Pada tahap pengembangan ini sebaiknya digunakan berbagai sumber belajar seperti halnya pada tahap pendahuluan, yang disesuaikan dengan karakteristik: tujuan pembelajaran, materi dan siswa.
    3. Tahap konsolidasi (consolidation) Tahap ini merupakan akhir pembelajaran. Ada beberapa peristiwa pembelajaran yang hendaknya dilaksanakan pada tahapan ini:
      • Penyimpulan seluruh materi yang telah disajikan.
      • Pemberian tugas/latihan.
      • Pemberian upan balik atas tuga/latihan yang telah dikerjakan siswa.
      • Pemberian pekerjaan rumah jika diperlukan.
      Pada tahap ini dapat digunakan sumber belajar, media cetak (bagan), OHP atau papan tulis dan beberapa sumber belajar yang telah digunakan. Jika diperlukan, bisa ditampilkan kembali.
  2. Strategi untuk pembelajaran yang memerlukan praktek, atau yang memerlukan banyak latihan. Jika pembelajaran yang dilaksanakan lebih banyak berorientasi kepada kegiatan belajar mandiri oleh siswa, strategi yang disarankan ialah strategi yang dikembangkan berdasarkan teori Gal perin yaitu Pendekatan Terapan. Strategi ini terdiri atas empat tahapan: orientasi, latihan/tugas, umpan balik dan tindak lanjut.
    1. Tahap Orientasi Pada tahap seperti halnya strategi Davies dilaksanakan beberapa peristiwa pembelajaran, pemberian bahan pengait, kemudian disusul dengan penyajian materi baru terutama ditinjau dari aspek teoritiknya. Atau dengan kata lain, landasan teoritik yang merupakan rasional serta akan menjadi acuan dalam pengerjaan tugas/latihan, disajikan pada tahap ini. Selain itu diintermasikan juga prosedur kerja serta jika diperlukan, cara berpikir ilmiah dalam pengerjaan tugas/latihan.
    2. Tahap latihan/pengerjaan tugas Pada tahap ini siswa mengerjakan tugas/latihan yang diberikan guru. Pengerjaan bisa di laboratorium, bengkel, lingkungan sekolah. Di dalam kelas, perpustakaan, ruang audio visual atau di mana saja. Semua media dan peralatan yang diperlukan oleh siswa untuk memfasilitasi belajar mereka hendaknya sudah disiapkan sebelumnya. Selama siswa mengerjakan tugas/latihan, guru hendaknya berkeliling melihat apakah siswa telah melakukan prosedur kerja yang benar. Kesalahan-kesalahan hendaknya diperbaiki pada saat itu juga, secara individual. Jika yang melakukan kesalahan cukup banyak, perbaikan bisa dilakukan secara klasikal. Bilamana perlu teori diinformasikan kembali.
    3. Tahap pemberian umpan balik kepada siswa Setelah tahap latihan/pengerjaan tugas selesai, siswa perlu mendapat informasi tentang hasil belajarnya atau sekurang-kurangnya, kesalahan-kesalahan yang telah mereka lakukan. Dengan demikian siswa mendapat umpan balik yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan hasil belajar mereka.
    4. Tahap evaluasi Evaluasi dilakukan untuk mengetahui pemahaman dan penguasaan siswa atas materi yang telah disajikan, juga seberapa jauh siswa telah memilih ketrampilan/kemampuan yang diajarkan. Hasil evaluasi akan dapat memberikan gambaran tentang keberhasilan pembelajaran guru.
  3. Strategi pembelajaran yang berpusat pada media tertentu. Jika penyaji materi dalam suatu pembelajaran bukan guru tetapi media tertentu seperti TV, Film atau Slide, maka strategi yang disarankan untuk digunakan adalah Strategi Pembelajaran Bermedia. Strategi ini terdiri atas empat tahap:
    1. Tahap persiapan Pada tahap ini yang perlu dipersiapkan adalah:
      • Media yang akan digunakan yang meliputi baik software atau bahan dan hardware atau peralatan yang akan digunakan. Perlu diteliti apakah media dalam kondisi baik dan siap untuk dioperasikan.
      • Kelas, apakah memenuhi syarat untuk pembelajaran bermedia. Misal, sarana dan prasarananya memungkinkan. Juga perlu sebelumnya dipikirkan, di mana tempat duduk siswa akan diatur sehingga siswa akan dapat melihat tayangan media dengan jelas.
      • Siswa, terutama jika mereka belum pernah mendapat pengalaman belajar dengan media. Dalam hal seperti ini perlu disediakan waktu sekitar beberapa menit untuk memperkenalkan siswa dengan media yang akan digunakan. Dengan demikian kemungkinan bahwa siswa akan lebih tertarik pada medianya daripada materinya dapat dihindarkan.
      • Guru juga perlu mempersiapkan dirinya untuk pembelajaran bermedia. Persiapan meliputi misalnya, belajar mengoperasikan media yang akan digunakan, mempelajari bahan (materi) yang akan ditayangkan, kegiatan yang akan dilakukan siswa setelah penayangan, dan lain-lain hal yang dipandang perlu.
    2. Tahap pelaksanaan: Langkah-langkah pada tahap pelaksanaan tak berbeda dengan langkah-langkah pelaksanaan pada strategi lain, ialah meliputi: pendahuluan, penyajian isi/pengembangan, umpan balik dan evaluasi. Yang perlu diperhatikan pada pembelajaran bermedia ialah, hendaknya guru tidak memberitahukan garis besar isi tayangan kepada siswa sebelum program ditayangkan. Yang hendaknya diberitahukan adalah, cara menonton yang benar, kegiatan yang akan dilakukan siswa setelah menonton, dan apa yang perlu disiapkan siswa untuk menonton.
    3. Tahap tindak lanjut: Pembelajaran bermedia akan lebih bermakna jika setelah menonton, siswa melakukan kegiatan-kegiatan yang ada hubungannya dengan materi, tontonan. Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain: membuat laporan, melakukan pengamatan di lapangan, dan sebagainya.
    4. Tahap evaluasi akhir: Pada tahap evaluasi akhir ini, semua kegiatan yang telah dilakukan siswa yang berpusat pada pembelajaran bermedia yang telah dilaksanakan, dievaluasi. Jadi tidak hanya meliputi penguasaan siswa akan materi tontonan saja, tetapi juga hasil kegiatan tindak lanjut. Dengan demikian apa yang diperoleh siswa akan benar-benar bermakna.

                   

                  Artikel Sumber Belajar Lainnya