Jump directly to the content

Your Sun

TOP
Aplikasi Tik

Untuk E-learning

Perkembangan teknologi informasi komunikasi (TIK) yang menghasilkan internet dengan World Wide Web (www) dan silabus on line di dalamnya disambut baik oleh dunia pendidikan.

Aplikasi Tik Untuk E-learning

Sumber pembelajaran berbasis TIK ini menjadi dapat terakses oleh masyarakat banyak dan memberikan nilai yang berarti. Aplikasi TIK untuk e-learning dapat berupa situs pembelajaran, e mail dan silabus on line. Situs Pembelajaran Penerapan e-learning melalui jaringan internet menempatkan materi pada situs pembelajaran tertentu. Berbagai fasilitas situs pembelajaran pada internet dapat diakses oleh peserta didik secara mandiri untuk keperluan pembelajaran  karena di dalamnya memuat tujuan  pembelajaran, materi pembelajaran, metode pembelajaran, sumber daya web (melalui searching), perpustakaan digital, pengajar, peserta didik, atau informasi lainnya seperti tentang jadwal pelajaran atau ujian, peta konsep pembelajaran dan yang lainnya. Website e-learning dan web lainnya harus dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Berikut ini beberapa prinsip dalam membuat situs pembelajaran atau website e-learning yang perlu diperhatikan, yaitu:

  1. Merumuskan tujuan pembelajaran
  2. Mengenalkan materi pembelajaran
  3. Memberikan bantuan dan kemudahan bagi peserta didik untuk mempelajari materi pembelajaran
  4. Memberikan bantuan dan kemudahan bagi peserta didik untuk mengerjakan tugas-tugas  dengan  perintah  dan  arahan  yang  jelas.  Pengajar  selalu memberikan pengawasan dan bimbingan terhadap pekerjaan peserta didik tersebut.
  5. Materi pembelajaran yang disampaikan sesuai standar yang berlaku secara umum, dan sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik.
  6. Materi pembelajaran disampaikan dengan sistematis dan mampu memberikan motivasi belajar, serta pada bagian akhir setiap materi pembelajaran dibuat rangkumannya.
  7. Materi  pembelajaran  disampaikan  sesuai  dengan  kenyataan,  sehingga mudah dipahami, diserap, dan dipraktekan langsung oleh peserta didik. Apalagi jika peserta didik sendiri yang merumuskan materi pembelajaran dan cara penyampaiannya.
  8. Metode penjelasannya efektif, jelas dan mudah dipahami oleh peserta didik dengan disertai illustrasi, contoh, demonstrasi, video, dan sebagainya.
  9. Sebagai alat untuk mengetahui keberhasilan pembelajaran di atas perlu dilakukan evaluasi dan meminta umpan balik (feedback) dari peserta didik.
Kehadiran situs web bagi suatu organisasi pada era digital dan internet di dunia maya pada saat ini, dan mungkin masa yang akan datang, telah menjadi sebuah kebutuhan standar yang sangat penting, karena hal tersebut merupakan pintu masuk dalam menemukan dan mengenal termasuk didalamnya informasi suatu organisasi di lingkungan dunia maya. Lembaga- lembaga pendidikan, khususnya sekolah, banyak yang telah memiliki situs web. Selain merupakan kebutuhan bagi sekolah situs web ini yang merupakan tuntutan masyarakat yang memerlukan informasi tentang lembaga tersebut. Dengan demikian idealnya diperlukan pemahaman akan pentingnya situs web secara teoritis maupun praktis. Oleh karena itu situs web hendaknya dirancang dan dipelihara agar menarik, representatif dan dapat memenuhi kebutuhan informasi para pembaca dari masyarakat luas. Electronic-mail (e-mail) atau surat elektronik. Proses pembelajaran dengan memanfaatkan e-mail akan memungkinkan peserta didik untuk dapat berkomunikasi dan saling mentransfer informasi dengan orang-orang di seluruh dunia. Melalui e-mail peserta didik mempunyai kesempatan  mendapatkan  informasi  dan  berkomunikasi  lebih  luas  lagi. Pengajar pun bisa menggunakan e-mail untuk berkomunikasi dengan peserta didik sebagai jurnal dialog dan juga dengan pengajar lainnya. Melalui jaringan internet, e-mail yang dapat dimanfaatkan untuk berkorespondesi  antara  pengajar  dengan  peserta  didik,  pengajar dengan pengajar lainnya, atau peserta didik dengan peserta didik. Pengajar bisa memberikan informasi, menerima tugas/pekerjaan, atau mengoreksi hasil pekerjaan peserta didik tanpa harus bertemu muka antara keduanya. Begitu pula komunikasi antara peserta didik menjadi lebih mudah tanpa terkendala oleh tempat, ruang, dan waktu. Peserta didik bisa membaca dan menulis sesuai dengan minat dan kebutuhannya, kepada siapa saja dan sumber mana saja yang diperlukannya. E-mail digunakan untuk pengajar on-line. Pengajar on-line tidak tersedia pada seseorang. Tidak secara tipikal tersedia dalam telepon. E-mail menjadi jembatan antara peserta didik dan pengajar. Beberapa institusi mengharapkan pengajar merespon pesan e-mail peserta didik dalam waktu 24 sampai 48 jam. Gagasan yang baik adalah mengecek e-mail setiap hari. Pengajar harus mengetahui jenis pesan yang dikirimkan peserta didik dan pesan yang dikirim oleh peserta didik untuknya. Silabus On-line Panduan proses pembelajaran antara pengajar dan peserta didik telah disediakan dalam silabus on-line. Seluruh peserta didik dan orang tua bisa memantaunya di silabus on-line. Dengan silabus on-line ini diharapkan dapat terjalin hubungan yang serasi dan kontrol yang baik di antara sekolah, masyarakat dan dunia kerja. E-learning akan berhasil dengan baik jika dilakukan dengan benar dan optimal. Namun penerapan e-learning bisa mengalami kegagalan. Kegagalan tersebut antara lain disebabkan oleh salahnya pemilihan pendekatan dalam pembelajaran, yaitu tidak menerapkan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (student centered learning) melainkan pengajaran berpusat pada pengajar (teacher centered learning). Pendekatan pengajaran yang berpusat pada pengajar (teacher centered learning) kurang tepat untuk diterapkan dalam e-learning, karena pengajar mendominasi pembelajaran. Peserta didik hendaknya sebagai subyek belajar bukan subyek belajar. Pendekatan ini membuat peserta didik sangat bergantung kepada pengajar. Akibatnya peserta didik menjadi pasif dan mengalami kesulitan untuk mengeksplorasi materi pembelajaran secara mandiri. Disamping itu sumber materi pembelajaran ada pada pengajar dan dirumuskan oleh pengajar sendiri tanpa melibatkan atau mengikutsertakan peserta  didik. Akibatnya, peserta didik akan mengalami kesulitan dalam memahami materi pembelajaran tersebut secara mandiri, dan harus dengan bantuan dengan penjelasan langsung dari pengajar, sehingga rasa percaya diri peserta didik untuk belajar mandiri juga akan berkurang. Pada akhirnya disadari bahwa layanan e-learning dengan menggunakan pemanfaatan teknologi internet ini masih tergolong baru dan belum memiliki format standar dalam sistem pendidikan kita. Dengan demikian wajar apabila kehadiran sistem baru tersebut masih terasa berada dalam dunia maya yang sesungguhnya, yaitu maya dalam fikiran, maya dalam aktualitas dan maya dalam kenyataan. Namun, seiring dengan kemajuan teknologi dan perkembangan pendidikan di masa yang akan datang kehadiran e-learning merupakan suatu keniscayaan yang harus kita perlukan untuk memperkaya khasanah sumber-sumber belajar dalam pendidikan.

 

Artikel Artikel Elearning Lainnya